Pengertian Kurikulum Merdeka
Kurikulum Merdeka merupakan
kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam di mana konten akan
lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami kami
konsep dan menguatkan kompetensi. Dalam proses pembelajaran guru memiliki keleluasaan
untuk memilih berbagai perangkat pembelajaran sehingga pembelajaran dapat
disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik. Di dalam
kurikulum ini terdapat proyek untuk menguatkan pencapaian profil pelajar
Pancasila. Kemudian, dikembangkan berdasarkan tema tertentu yang ditetapkan
oleh pemerintah. Proyek ini tidak bertujuan untuk mencapai target capaian
pembelajaran tertentu, sehingga tidak terikat pada konten mata pelajaran.[1]
Inti dari kurikulum merdeka ini
adalah Merdeka Belajar. Hal ini dikonsep agar siswa bisa mendalami minat dan
bakatnya masing-masing. Misalnya, jika dua anak dalam satu keluarga memiliki
minat yang berbeda, maka tolok ukur yang dipakai untuk menilai tidak sama.
Kemudian anak juga tidak bisa dipaksakan mempelajari suatu hal yang tidak
disukai sehingga akan memberikan otonomi dan kemerdekaan bagi siswa dan
sekolah.[2] Penerapan kurikulum merdeka terbuka untuk seluruh satuan pendidikan
PAUD, SD, SMP, SMA, SMK, Pendidikan Khusus, dan Kesetaraan. Selain itu, satuan
pendidikan menentukan pilihan berdasarkan angket kesiapan implementasi
Kurikulum Merdeka yang mengukur kesiapan guru, tenaga kependidikan dan satuan
pendidikan dalam pengembangan kurikulum. Pilihan yang paling sesuai mengacu
pada kesiapan satuan pendidikan sehingga implementasi Kurikulum Merdeka semakin
efektif jika makin sesuai kebutuhan.[3]
Daftar Pustaka:
- Direktorat
PAUD, Dikdas dan Dikmen (2021). "Buku saku tanya
jawab kurikulum merdeka". repositori.kemdikbud.go.id. Diarsipkan dari
versi asli tanggal 2022-04-12. Diakses tanggal 2022-04-05.
- ^ Caesaria, Sandra Desi (2022-02-12).
Adit, Albertus, ed. "Apa
Itu Kurikulum Merdeka? Begini Penjelasan Lengkap Kemendikbud". Kompas.com. Diarsipkan dari
versi asli tanggal 2022-04-09. Diakses tanggal 2022-04-05.
- ^ Lompat
ke:a b Kemendikbudristek,
Pusat Kurikulum dan Pembelajaran (2022). "Kurikulum
Merdeka". Kemendikbudristek. Diarsipkan dari
versi asli tanggal 2022-04-09. Diakses tanggal 2022-04-05.
- ^ Kemendikburistek, Pusat Penelitian
Kebijakan (2021-11-21). "Dampak
Penyederhanaan Kurikulum terhadap Pembelajaran" (PDF). Kemendikburistek. Diarsipkan (PDF) dari
versi asli tanggal 2022-12-07. Diakses tanggal 2022-12-28.
- ^ Kemendikbudristek (2022). "Implementasi Kurikulum
Merdeka". Kemendikbudristek. Diarsipkan dari
versi asli tanggal 2022-07-07. Diakses tanggal 2022-07-14.
- ^ "Unduhan".
Diakses tanggal 2022-07-14.[pranala nonaktif permanen]
- ^ Sitoningrum, Niken Dwi. "Kurikulum
Merdeka Belajar: Pengertian, Tujuan, Karakteristik, hingga
Keunggulannya". detiksulsel. Diakses tanggal 2023-10-02.
- ^ "Kerangka
Kurikulum Merdeka". Diarsipkan dari
versi asli tanggal 2022-08-03. Diakses tanggal 2022-07-14.
- ^ Kemendikbudristek (2022). "Kurikulum
Merdeka sebagai opsi satuan Pendidikan dalam rangka pemulihan pembelajaran
tahun. 2022 s.d. 2024". Kemendikbudristek. Diarsipkan dari
versi asli tanggal 2022-04-29. Diakses tanggal 2022-04-05.
- ^ Lompat
ke:a b c d e Kemendikbudristek,
BSKAP (2022). "Tahapan
Implementasi Kurikulum Merdeka di Satuan Pendidikan" (PDF). Kemendikbud. Diarsipkan (PDF) dari
versi asli tanggal 2022-12-07. Diakses tanggal 2022-12-28.

Komentar
Posting Komentar